Jumat, 31 Desember 2010

Selamat dan Sukses atas Promosi Doktor Kepada “Arief Kusuma”

Selamat dan Sukses atas Promosi Doktor Kepada “Arief Kusuma”
Kamis, 12 Agustus 2010 – Jum’at, 31 Desember 2010
Civitas Akademika Universitas Esa Unggul mengucapkan
“Selamat dan Sukses atas Promosi Doktor” kepada :
Dr. Ir. Arief Kusuma, AP., MBA
Bidang Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Pemasaran Pascasarjana, Universitas Indonesia
Diselenggarakan pada:
Rabu, 16 Juni 2010, pukul 10.00 WIB
Auditorium FE UI, Gedung Dekanat Lantai 2, Kampus Universitas Indonesia, Depok
Dengan disertasi:
“Pengaruh Karakteristik Konsumen Serta Stimulus Pemasaran Terhadap Intensi Untuk Membeli Produk Jangka Panjang”
Untuk kedua kalinya Bapak Arief Kusuma Rektor Universitas Esa Unggul meraih Gelar “Doktor” dalam Sidang Terbuka di Universitas Indonesia tanggal 16 Juni 2010 lalu. Sebagaimana kita ketahui, sebelumnya Dr. Arief Kusuma telah meraih Gelar “Doktor” pada tahun 2005 dari di Universitas Negeri Jakarta.
Dalam suatu upacara penganugerahan yang cukup meriah di Kampus terpandang itu, Arief Kusuma kembali mendapatkan kehormatan menyandang Gelar Doktor dengan judul desertasi “Pengaruh Karakteristik Konsumen serta Stimulus Pemasaran terhadap Intensi untuk Membeli Produk Jangka Panjang”.
Hadir dalam acara tersebut selain Keluarga Besar Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur yang selama ini berkiprah di dunia pendidikan, juga dihadiri Guru Besar dan Keluarga Besar Civitas Akademika Universitas Esa Unggul dan para akademisi dari universitas lainnya, kalangan pejabat DIKTI, serta beberapa media papan atas Nasional.   Dr. Arief Kusuma baru beberapa bulan menjabat sebagai Rektor Universitas Esa Unggul menggantikan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Gafur yang telah dilantik menjadi Anggota DPD mewakili Maluku Utara pada Pemilu 2009 yang lalu. Pria yang pembawaannya kalem namun tegas ini, di lingkungan UEU dikenal sebagai orang yang disiplin dan berjiwa kebapakan. Ayah dari 4 (empat) orang anak ini, memiliki pemikiran yang jauh ke depan dalam upaya pengembangan Universitas Esa Unggul (UEU) yang sekarang sedang giat-giatnya mengembangkan reputasi akademik dan membangun kampus baru yang berlokasi di lahan bagian Timur.
Rektor UEU ini nampak optimis ketika ditanya mengenai rencananya ke depan seiring kelulusan doktornya. Dalam percakapan dengan Arief Kusuma, beliau telah mencanangkan adanya berbagai inovasi untuk pengembangan Universitas Esa Unggul dalam 10 – 20 tahun kedepan.  Disamping dia menekankan adanya semangat belajar di lingkungan Kampus, dia juga berucap agar mahasiswa UEU lebih memiliki kepekaan social dan mampu berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, beliau menekankan agar aktifitas ekstrakurikuler lebih ditingkatkan guna melahirkan lebih banyak tokoh-tokoh yang berkualitas lahir dari kalangan mahasiswa sebagai sumbangsih untuk masyarakat.
“Untuk memperoleh Gelar Doktor ini, Bapak Dr. Arief Kusuma melewati pengalaman dan perjuangan yang panjang selama kurang lebih 7 (tujuh) tahun lamanya”, kata Dr. Arief Kusuma dalam kata Sambutan setelah dinyatakan lulus sebagai Doktor sejak beliau terdaftar sebagai mahasiswa S3 di institusi ini. 7 (tujuh) tahun yang untuk membesarkan seorang anak mungkin terasa singkat, namun untuk menyelesaikan suatu Gelar Doktor sangatlah panjang dan berat, katanya. Mungkin sudah ribuan jam waktu yang saya dedikasikan untuk membaca ratusan jurnal ilmiah dan buku yang berkaitan dengan studi. Dan sejak thaun 2003 lalu, sudah hampir dua ribu lima ratus kilometer yang saya lalui, tanpa jeda seharipun kecuali memikirkan dan mengupayakan bagaimana caranya menyelesaikan studi ini dengan sebaik-baiknya.
Dan Alhamdulilllah pada tanggal 16 Juni 2010, seluruh lelah dan letih terasa hilang begitu saja, berganti dengan luapan kegembiraan dan syukur yang luar biasa. Semua pengorbanan seakan terlupakan dan menjadi tidak berarti, dengan keberhasilan mendapatkan Gelar Doktor dari sebuah institusi yang sangat bergengsi yakni Universitas Indonesia, ungkap Dr. Arief Kusuma. Melalui sambutan yang singkat itu, Doktor Arief menumpahkan kebanggaannya menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa. SELAMAT & SUKSES…
Read More Po

Jumat, 12 November 2010

Simposium Kebangsaan: Hari Pahlawan

Simposium Kebangsaan: Hari Pahlawan
Jum’at, 12 November 2010
Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 1945 menyelengarakan Simposium Kebangsaan dengan tema : “The Real First Revolution Father of Indonesia: TAN MALAKA,” yang dilaksanakan pada Selasa, 09 November 2010 di UEU dan dihadiri oleh Mahasiswa dan Dosen.  Acara diawalii dengan sambutan dari Wakil Rektor III – Bapak Holiq Raus, dilanjutkan dengan pembicara Simposium, yaitu: Harry A. Poeze (Universitas Leiden Belanda: Sejarahwan Belanda & Direktur Penerbit Institut Kerajaan Belanda untuk Saudi Karibia dan Asia Tenggara  atau KITLV Leiden), Prof. Zulhasril Nasir, Ph.D (Dosen Pascasarjana & Pakar Komunikasi FISIP UI), Rizal Adhitya Hidayat, SIP.MM (Dosen Universitas Esa Unggul, Analis Sejarah dan Pemikiran Politik, Peneliti LEMHANAS).
Topik Simposium kebangsaan ini mempresentasikan sebuah rekam jejak salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia, yaitu Tan Malaka.  Terdapat tiga entitas kapabilitas kualitas personal Tan Malaka sehingga layak menyandang predikat sebagai Guru Besar Revolusi Indonesia. Ketiga entitas kapabilitas kualitas personal tersebut adalah : Pertama, Tan Malaka sebagai anak manusia yang mengalami suatu proses kehidupan yang penuh konflik dan dramatis. Kedua, Tan Malaka sebagai tokoh aktivis politik yang berkembang menjadi seorang pejuang militan, radikal dan revolusioner. Ketiga, Tan Malaka sebagai intelektual-pemikir yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang orisinil, berbobot dan brilyan.
Ketiga entitas tersebut di atas terjalin erat sekali di dalam dirinya, dan oleh karena itu ketiganya juga saling berkaitan antar variabel-variabel pembentuknya. Keterkaitan antar ketiganya ini masing-masing dalam sesi simposium akan terjabarkan melalui setiap deskripsi paparan yang menggambarkan bagian kehidupan Tan Malaka. Bagian kehidupannya sebagai seorang pejuang revisionis revolusioner dalam setiap pemikiran, tindakan dan perilakunya dalam arena revolusi kemerdekaan Indonesia, dimana hal ini tercerminkan dari keberadaan Tan Malaka dalam setiap eksistensi dan eskalasi berbagai pertarungan kepentingan ideologis dalam ranah masyarakat Indonesia.
Akhirnya, fase klimaks hakekat dari ketiga entitas kapabilitas kualitas personal Tan Malaka tersebut menyumbang pemikiranya yang lahir dari sinthesa hasil perantauannya di luar negeri, baik sebagai seorang mahasiswa, exsternir, agen komintern partai komunis, free agent maupun buronan para polisi rahasia di setiap negara yang dikunjunginya. Riwayat hidupnya yang begitu misterius, dramatis dan tragis terealisasikan dalam setiap fase perjalanan hidupnya yang penuh dengan dinamika perjuangan demi merevisi pola kehidupan bangsanya.
Suatu pola kehidupan yang merefleksikan sebuah budaya bangsa yang terhegemonikan sedemikian rupa dalam bingkai feodalisme dan imperialisme. Sebuah refleksi bangsa feodal yang terimbas praktek imperialisme, dimana menghasilkan karakter bangsa yang bermental pasif, budak dan kontra revolusioner dalam hubungannya terhadap pencapaian kemerdekaan pada berbagai aspek kehidupan bangsa secara mandiri dalam politik dan ekonomi. Sumbangan pemikiran terbaik Tan Malaka adalah Madilog. Kelahiran Madilog sebagai sebuah karya monumental Tan Malaka, dilatar belakangi oleh spirit jiwa aliran filsafat idealisme dan materialisme di satu sisi, dan konsep rantau Minangkabau pada sisi lain. Ketiganya di-sinthesa-kan Tan Malaka sebagai the steps-guiding book berkarakteristik materialisme, dialektika dan logika (Madilog), untuk membangun kembali tatanan sosial dan budaya bangsa Indonesia agar menjadi sebuah bangsa yang merdeka 100% dalam segala aspek kehidupannya. Madilog inilah yang menjadi pusaka opus magnum warisannya terhadap Republik Indonesia.

Kamis, 14 Oktober 2010

Wisuda, 14 Oktober 2010 Rabu, 03 November 2010

Wisuda, 14 Oktober 2010
Rabu, 03 November 2010
Wisuda tahun Akademik 2009/2010 program D-III, D-IV, S-1 dan Pascasarjana Universitas Esa Unggul (UEU) berlangsung pada Kamis, 14 Oktober 2010 di Aula Kemala.  Acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa, Dr. Abdul Gafur, kemudian dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah dengan tema ”Paradigma Penataan Ruang Dalam Dekade 2010-2020” oleh Dr. Ir, A. Hermanto Dardak, M.Sc – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, RI dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan peresmian ruang Dr. Ir, A. Hermanto Dardak, M.Sc.
Dalam Orasi Ilmiahnya, Bapak Hermanto Dardak mengatakan bahwa Instrumen penataan ruang memiliki peran strategis untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, mengingat antara kota-kota dan negara-negara bersaing sangat ketat. Hal tersebut terjadi karena pemanfaatan sumber daya yang semakin terbatas, sementara pasar semakin terfragmentasi. Selama satu dekade ke depan bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan, terutama dalam upaya peningkatan daya saing nasional. Jumlah penduduk yang besar, yakni sekitar 240 juta jiwa, dengan sebaran yang tidak merata serta arus urbanisasi yang tinggi merupakan tantangan yang tidak ringan. Urbanisasi yang tinggi tersebut cenderung mengakibatkan kesenjangan antara satu daerah dengan daerah lain. Hermanto juga menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang secara geografis sangat rentan terhadap berbagai bencana seperti gempa bumi, banjir, tsunami, kekeringan, vulkanik dan badai/siklon tropis. Ini tantangan besar juga, karena bencana itu mengakibatkan  hilangnya ribuan korban jiwa sehingga melumpuhkan basis ekonomi lokal serta mendegradasi kualitas hidup, seperti yang terjadi di Wasior, Papua Barat saat ini. Tantangan lain yang menghadang adalah krisis energi, pangan dan air. Wakil Menteri PU ini menambahkan, krisis energi dipicu belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber energi yang bersifat dapat diperbaharui (renewable). Sedangkan, defisit pangan lebih banyak disebabkan berkurangnya sentra penghasil pangan serta keterbatasan infrastruktur pengairan. (lihat selengkapnya: Orasi Ilmiah Dr. Hermanto Dardak).
Kemudian acara dilanjutkan dengan Pidato Rektor – Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA dengan memberikan ucapan selamat dan sukes kepada wisudawan/wati dan menyampaikan keberhasilan pencapaian prestasi civitas akademika Universitas Esa Unggul, serta pencapaian Rencana Strategis tahun 2006 hingga 2010 dalam program penataan manajemen akademik, dan manajemen sistem informasi, dengan sasaran terciptanya center of excellence yang kondusif bagi pelaksanaan proses pembelajaran bermutu dan pengembangan ilmu pengetahuan, telah berhasil dikembangkan sistem informasi manajemen perguruan tinggi, dan sistem pembelajaran yang berbasis e-learning (learning management system). Dalam pengelolaannya, Universitas Esa Unggul mengacu pada Visi menjadi Perguruan Tinggi kelas dunia berbasis intefektualitas, kreatifitas dan kewirausahaan, yang unggul dalam mutu pengelolaan dan hasil pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. (lihat selengkapnya: Sambutan Rektor)
Wisuda kali ini melantik sebanyak 469 orang meliputi Pascasarjana, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknik, Fakultas Desain & Industri Kreatif, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Fisioterapi, dan Fakultas Ilmu Komputer.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UEU dengan 10 perusahaan mitra kerjasama dalam rekrutmen/seleksi sumber daya manusia dari lulusan UEU yang memiliki kualifikasi dan persyaratan sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.  Departemen Pengembangan Karir dan Konselling telah menjalin kerjasama dengan 34 perusahaan nasional dan internasional.
Setiap akhir sesi pelantikan wisuda acara dilanjutkan dengan pembacaan janji wisudawan oleh Tua Rumapea  Fakultas Hukum (Anggota Serikat Pekerja Nasional) dan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa/i berprestasi melalui Abdul Gafur Award, Kemala Award, IOM Award, dan Esa Unggul Scholarship.

Minggu, 20 Juni 2010

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana
Minggu, 20 Juni 2010
Selamat dan sukses kepada Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Program Pascasarjana Universitas INDONUSA Esa Unggul (UIEU) atas terpilihnya sebagai penyelenggara BEASISWA Pendidikan Pascasarjana (BPPS-PTS) tahun akademik 2008-2009 melalui suratDirektur Jenderal Pendidikan Tinggi no. 1377/D4.4/2008 tertanggal 15 Mei 2008, beasiswa yang diperuntukan bagi dosen PNS dan PTS.
Program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dilaksanakan berdasarkan Surat Dirjen DIKTI No.360/D2/1997 tanggal 29 Februari 1997, dengan tujuan untuk mendukung program pembinaan pengembangan dan mendorong percepatan peningkatan mutu dosen perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Dengan meningkatnya rasio dosen pasacasarjana di perguruan tinggi maka diharapkan dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sarjana serta meningkatkan produktivitas, pengembangan ilmu pengetahuan, pengamalannya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing bangsa.
Dalam pelaksanaanya program BPPS mempunyai cakupan lebih luas baik jenjang pendidikan maupun penerima beasiswa. Jenjang pendidikan yang akan diberikan beasiswa adalah S-2 (Magister) dan S-3 (Doktor), sedangkan penerima beasiswa diperluas dengan menyertakan dosen perguruan tinngi swasta dan politeknik serta dosen dari UIN/IAIN/STAIN di lingkungan Departemen Agama. Bersama itu, mulai tahun 2007 pengelolaan BPPS dapat dilaksanakan oleh penyelenggaraa program pendidikan pasacasarjana perguruan tinggi swasta yang mempunyai akreditasi A dan unggulan serta memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, penerima BBPS adalah:
1.Dosen pegawai negeri Sipil (PNS) pada peguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
2.Dosen PNS yang dipekerjakan diperguruan tinggi swasta (DPK)
3.Dosen tetap PNS dan dosen tetap perguruan tinggi negeri yang berstatus Badan Hukum Pemerinta (BHP)
4.Dosen tetap yang diangkat oleh ketua Yayasan atau perguruan tinggi Badan Hukum Milik Swasta (BHMS)dilingkungan Departemen Pendidikan  Nasional dan Departemen Agama.
5. Dosen PTS yang benar-benar sudah mempunyai NIK Yayasan serta telah memiliki jabatan akademik Dosen minimal Asisten Ahli (angka Kredit =100) dan dibuktikan dengan usulan dan persetujuan yang legal dari Pimpinan Perguruan Tinggi asal peserta dan Kopertis Wilayah.
Biaya Satuan yang diusulkan
Program Doktor
1.     Tunjangan biaya hidup     Rp. 1.000.000     Rp. 1.000.000
2.     Tunjangan penelitian     Rp. 300.000     Rp. 350.000
3.     Biaya buku     Rp. 250.000     Rp. 275.000
4.     Biaya penyelenggaraan pendidikan     Rp. 825.000     Rp. 967.000
Jumlah Biaya Satuan     Rp. 2.375.000     Rp. 2.592.000
Catatan: – biaya perjalanan PP rata-rata Rp. 1.750.000 /OK tidak termasuk
Jadwal Kegiatan
Keterangan
1.     Pengalokasian     Oktober-Des     Dit Ketenagaan
2.     Mekanisme penganggaran ke PT     Januari     Dit Ketenagaan
3.     Seleksi/Tes Akademik     Feb.- April     Dit Ketenagaan
4.     Usulan ke Dikti      Mei-Juni     Dit Ketenagaan
5.     Proses pengelolaan, penetapan peserta     Juli-Agustus     Dit Ketenagaan
6.     Penerbitan dan pengiriman SK     Agustus     Dit Ketenagaan
7.     Panggilan peserta     Agustus     Dit Ketenagaan
8.     Pelaksanaan pendidikan     Sept – Des     Dit Ketenagaan
9.     Revisi peserta/bila ada     Oktober     Dit Ketenagaan
10.     Penyusunan laporan     Desember     Dit Ketenagaan
Sumber  Direktorat Ketenagaan – DIKTI
Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Sekretariat Program Pasacasarjana
Universitas INDONUSA Esa Unggul (UIEU) Contack Persons (Rendy, Indri & Ahmad), telp:021-5682514/ 5674223 ex 224,225,226, 704-11159, email: pasca@indonusa.ac.id This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it , web http://pasacasarjana.indonusa.ac.id
1. Dosen pegawai negeri Sipil (PNS) pada peguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.
2. Dosen PNS yang dipekerjakan diperguruan tinggi swasta (DPK)
3. Dosen tetap PNS dan dosen tetap perguruan tinggi negeri yang berstatus Badan Hukum Pemerintah(BHP)
4. Dosen tetap yang diangkat oleh ketua Yayasan atau perguruan tinggi Badan Hukum Milik Swasta (BHMS)
dilingkungan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.
Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Sekretariat Program Pasacasarjana
Universitas INDONUSA Esa Unggul (UIEU), telp:021-5682514/ 5674223 ex 224,225,226.

Selasa, 02 Maret 2010

Seminar Tata Kelola Pemerintahan Selasa

Seminar Tata Kelola Pemerintahan
Selasa, 02 Maret 2010
Dalam rangka turut beraspirasi dalam memetakan permasalahan tata kelola pemerintahan, Program Pascasarjana, Magister Ilmu Hukum Universitas Esa Unggul menyelenggarakan seminar yang bertema “Tata Kelola Pemerintahan Ditinjau dari Aspek Hukum Tata Negara” pada Jumat, 19 Februari 2010 di Kampus Universitas Esa Unggul (UEU), Jakarta.
Seminar yang disampaikan oleh pembicara yang ahli pada bidangnya yaitu Prof. H.A.S Natabaya, SH, LL.M, (Ketua Program Studi MH UEU dan saksi ahli hukum DPR Kasus Bank Century) dan dimoderatori oleh Ir. Leroy S. Uguy, MA, Ph.D ini dihadiri oleh Lurah dan Camat di Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, serta Provinsi Banten (yang mewakili), serta para mahasiswa dan alumni Magister Administrasi Publik (MAP). Sesi terakhir Seminar ini membahas lebih dalam dengan berdiskusi secara interaktif yang di pandu oleh Ir. Leroy S. Uguy, MA, Ph.D., Ir., Yahya R Hidayat, MSc, Ph.D., dan Dr. Sunar Abdul, MS.
Topik yang dibahas dalam seminar kali ini memang sudah mengalami banyak perubahan, tetapi kenyataannya masih menunjukan bahwa kinerja birokrasi daerah (Tingkat Kelurahan) masih belum optimal.  Birokrasi di daerah masih memiliki beberapa kelemahan. Sorotan terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari “puncak gunung es” persoalan birokrasi pemerintah daerah yang sesungguhnya.  Apabila ditelusuri lebih jauh, belum optimalnya kinerja aparatur pemerintah daerah yang menjadikan kondisi birokrasi tidak efisien umumnya terletak pada struktur, sistem, prosedur dan perilaku para birokrat yang bersumber pada beberapa masalah pokok serta dikaitkan dengan isu hukum.